REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
(Wamendikbud) Musliar Kasim mengatakan pendidikan mengenai mitigasi
bencana sudah ada dalam kurikulum 2013.
"Pendidikan bencana sudah ada di kurikulum 2013. Ada di setiap pelajaran," ujar Wamendikbud di Jakarta, Jumat.
Dia
menjelaskan pendidikan mengenai subtansinya ada di setiap pelajaran,
misalnya, pendidikan mengenai lingkungan."Pendidikan mitigasi bencana
juga ada di program sekolah aman."
Musliar menambahkan pendidikan
bencana sangat penting karena Indonesia secara geologi merupakan negara
bersabuk vulkanik yang dikelilingi cincin api yang melingkari bagian
selatan dan timur.
Selain itu, Indonesia juga terletak pada
pertemuan tiga lempeng utama dunia yakni lempeng Australia, Eurasia dan
Pasifik. Tumbukan yang terjadi pada lempeng-lempeng itu menempatkan
Indonesia sebagai negeri yang rawan bencana.
Program sekolah aman
dicetus pada 2012. Program percentuhan dilakukan di lima provinsi,
yaitu Sumatera Barat (Padang dan Padang Pariaman), Jawa Barat (Kota
Bandung dan Kabupaten Bandung), Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur
(Sikka), serta Jawa Tengah (Rembang dan Grobogan).
Sebelumnya
juga, ditandatangani Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan
Bencana (BNPB) Nomor 4 Tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan
Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana. Pedoman tersebut diluncurkan di
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 2012.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar