MENU

Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Desember 2013

Struktur Lapisan Bumi (IPA SD KELAS 5)

Bumi tempat kita tinggal saat ini merupakan salah satu anggota tata surya dengan matahari sebagai pusatnya. Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km. Bumi berbentuk bulat pepat dengan jari-jari ± 6.370 km. Bumi merupakan planet dengan urutan ketiga dari delapan planet yang dekat dengan matahari.Bumi diperkirakan telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu, dan merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis mahluk hidup. Permukaan bumi terdiri dari daratan dan lautan. Jika bumi diiris maka akan tampak lapisan-lapisan seperti pada gambar di bawah ini :
Gambar 2.1 Struktur lapisan bumi
Lapisan bumi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut :
1.) Kerak bumi
Kerak bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km.. Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan tanah dan batuan .Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup.Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 derajad Celcius.Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan litosfer.
Unsur-unsur kimia utama pembentuk kerak bumi adalah: Oksigen (46,6%), Silikon (27,7%), Aluminium (8,1%), Besi (5,0%), Kalsium (3,6%) Natrium (2,8%), Kalium (2,6%) dan Magnesium (2,1%). Unsur–unsur tersebut membentuk satu senyawa yang disebut dengan batuan.
2.) Selimut atu Selubung Mantel
Selimut merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi.Tebal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat.Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 derajat Celcius.
3.) Inti Bumi
Inti bumi terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900–5200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200 oC.Inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4500oC.
Berdasarkan penyusunnya lapisan bumi terbagi atas litosfer, astenosfer, dan mesosfer. Litosfer adalah lapisan paling luar bumi (tebal kira-kira  100 km) dan terdiri dari kerak bumi dan bagian atas selubung. Litosfer memiliki kemampuan menahan beban permukaan yang luas misalkan gunungapi.Litosfer bersuhu dingin dan kaku.Di bawah litosfer pada kedalaman kira-kira 700 km terdapat astenosfer.Astenosfer hampir berada dalam titik leburnya dan karena itu bersifat seperti fluida.Astenosfer mengalir akibat tekanan yang terjadi sepanjang waktu.Lapisan berikutnya mesosfer.Mesosfer lebih kaku dibandingkan astenosfer namun lebih kental dibandingkan litosfer.Mesosfer terdiri dari sebagian besar selubung hingga inti bumi.Permukaan bumi ini terbagi atas kira-kira 20 pecahan besar yang disebut lempeng. Ketebalannya sekitar 70 km. Ketebalan lempeng kira-kira hampir sama dengan litosfer yang merupakan kulit terluar bumi yang padat. Litosfer terdiri dari kerak dan selubung atas.Lempengnya kaku dan lempeng-lempeng itu bergerak diatas astenosfer yang lebih cair.Arus konveksi memindahkan panas melalui zat cair atau gas, yang membuat lempeng-lempeng dapat bergerak, yang dapat menimbulkan getaran yang terjadi dipermukaan bumi.

http://ipa5sd.blogspot.com/2013/06/struktur-bumi.html?showComment=1388047574612#c3273430648022981061

Hubungan antara gaya, gerak, dan energi serta fungsinya (IPA SD KELAS 5)



A.Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya
a.Pengertian Gaya Gravitasi                              
Gaya Gravitasi adalah gaya tarik menarik antar partikel yang ada di alam semesta. Jika tidak ada gaya gravitasi di Bumi ini, maka semua benda akan melayang-layang di udara..
b.PengertianGayaGesek
Gaya Gesek adalah gaya yang menimbulkan hambatan ketika dua permukaan saling bersentuhan.Keuntungan dan kerugian gaya gesek:
1)Keuntungan gaya gesek
a) Membantu benda bergerak tanpa tergelincir
b) Menghentikan benda yang sedang bergerak
2) Kerugian gaya gesek
a) Menghambat gerakan
b)Menyebabkan aus
 Memperbesar dan memperkecil gaya gesek:
1)Contoh memperbesar gaya gesek:
Memasang pul pada sepatu sepak bola, agar dapat digunakan pada lapangan rumput,
Pembuatan alur-alur pada ban kendaraan,Pemasangan rem pada roda kendaraan, dll.
2)Contoh memperkecil gaya gesek:
Memberikan pelumas pada rantai kendaraan,Memasang roda pada gerobak,Memasang kayu gelondongan di bawah benda, agar dapat bergerak dengan lebihlancar, dll.
c.Pengertian Gaya Magnet
1)Benda Magnetis dan Non-magnetis
Benda magnetis adalah benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet, misalnya: besi,baja, aluminium, dll.
Benda Non-magnetis adalah benda-benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet,misalnya: plastik, kayu, kaca, kain, karet, dll.
2) Menunjukkan kekuatan gaya magnet
a) Garis gaya magnet
Kekuatan gaya magnet tidak merata di seluruh bagiannya, tapi kekuatan yang paling besar terdapat pada bagian kutub-kutubnya, baik kutub selatan maupun utara.
b) Pengaruh jarak benda magnetis terhadap kekuatan gaya magnet
Semakin jauh jarak benda magnetis dengan magnet, maka semakin kecil kekuatan magnet untuk menarik benda tersebut.
c) Kutub senama dan kutub tidak senama pada magnet
Kutub senama: saling menolak, Kutub tidak senama: saling menarik
3) Penggunaan magnet dalam kehidupan sehari-hari
Contoh penggunaan magnet dalam kehidupan sehari-hari:
a) Magnet pada pintu lemari pendingin agar pintu tertutup rapat,
b) Ujung gunting dan ujung obeng untuk memudahkannya mengambil benda-benda logam kecil, seperti jarum, baut, sekrup, dll.
c) Bel listrik untuk menggerakkan pemukul belnya,
d) Papan catur agar pion-pionnya tidak mudah terjatuh,
e) Kompas, sebagai penunjuk arah utara dan selatan,
f) Dinamo sepeda untuk menyalakan lampu sepeda,
g) Alat pengangkut benda-benda logam berat, dll.
4) Membuat magnet
a) Induksi
Caranya: menempelkan benda-benda magnetis dengan magnet alami.
b) Gosok
Caranya: menggosokkan magnet dengan searah ke atas permukaan besi atau baja.
c) Aliran listrik
Caranya: mengalirkan listrik searah ke dalam suatu penghantar. Magnet yang dihasilkan disebut elektromagnetik. Elektromagnetik pertama kali ditemukan oleh Hans Christian Oerstead pada tahun 1819.Contoh pembuatannya:
Paku dililit kawat sebanyak mungkin. Sambungkan kedua ujung kumparan pada masing-masing ujung baterai. Dekatkan paku besar tadi ke arah benda-benda magnetis kecil.
2. Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat
B.Menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya model
1. Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya
2. Membuat suatu karya model, misalnya periskop atau lensa dari bahan sederhana dengan
menerapkan sifat-sifat cahaya
C.Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam
1. Mendeskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan
2. Mengidentifikasi jenis-jenis tanah
3. Mendeskripsikan struktur bumi
4. Mendeskripsikan proses daur air dan kegiatan manusia yang dapat mempengaruhinya
5.Mendeskripsikan perlunya penghematan air
6. Mengidentifikasi peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungan
7. Mengidentifikasi beberapa kegiatan manusia yang dapat mengubah permukaan bumi
(pertanian, perkotaan, dsb.)

Senin, 16 Desember 2013

ORGAN PERNAPASAN MANUSIA (IPA SD KELAS 5)

Bernapas merupakan proses yang sangat penting bagi manusia. Pada proses ini terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara tubuh dan lingkungan. Oksigen yang kita hirup ini akan masuk ke dalam paru-paru setelah melalui berbagai alat pernapasan. Sistem pernapasan pada manusia meliputi berbagai organ pernapasan. Jalur pernapasan pada manusia yaitu rongga hidung → faring → trakea → bronkus → bronkiolus → alveolus→ sel-sel tubuh.



A. HIDUNG 
Hidung berfungsi sebagai alat pernapasandan indra pembau. Hidung terdiri atas lubang hidung, rongga hidung, dan ujung rongga hidung. Rongga hidung memiliki rambut, banyak kapiler darah, dan selalu lembap dengan adanya lendir yang dihasilkan oleh selaput mukosa. Di dalam rongga hidung, udara disaring oleh rambut rambut kecil (silia) dan selaput lendir yang berguna untuk menyaring debu, melekatkan kotoran pada rambut hidung, mengatur suhu udara pernapasan, maupun menyelidiki adanya bau. Pada pangkal rongga mulut yang berhubungan dengan rongga hidung terdapat suatu katup yang disebut anak tekak. Saat menelan makanan anak tekak ini akan terangkat ke atas menutup rongga hidung sehingga makanan tidak dapat masuk ke dalam rongga hidung.

B. FARING 
 Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan persimpangan antara rongga hidung ke tenggorokan (saluran pernapasan) dan rongga mulut ke kerongkongan (saluran pencernaan). Pada bagian belakang faring terdapat laring. Laring disebut pula pangkal tenggorok. Pada laring terdapat pita suara dan epiglotis atau katup pangkal tenggorokan. Pada waktu menelan makanan epiglotis menutupi laring sehingga makanan tidak masuk ke dalam tenggorokan. Sebaliknya pada waktu bernapas epiglotis akan membuka sehingga udara masuk ke dalam laring kemudian menuju tenggorokan.

 C. TENGGOROKAN ( TRAKEA ) 
Tenggorokan berbentuk seperti pipa dengan panjang kurang lebih 10 cm. Di paru-paru trakea bercabang dua membentuk bronkus. Dinding tenggorokan terdiri atas tiga lapisan berikut:
  1. Lapisan paling luar terdiri atas jaringan ikat. 
  2. Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan. Trakea tersusun atas 16–20 cincin tulang rawan yang berbentuk huruf C. Bagian belakang cincin tulang rawan ini tidak tersambung dan menempel pada esofagus. Hal ini berguna untuk mempertahankan trakea tetap terbuka. 
  3. Lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitelium bersilia yang menghasilkan banyak lendir. Lendir ini berfungsi menangkap debu dan mikroorganisme yang masuk saat menghirup udara. Selanjutnya, debu dan mikroorganisme tersebut didorong oleh gerakan silia menuju bagian belakang mulut. Akhirnya, debu dan mikroorganisme tersebut dikeluarkan dengan cara batuk. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk bersama udara pernapasan. struktur trakea manusia 
D. CABANG TENGGOROKAN ( BRONKUS ) 
Bronkus merupakan cabang batang tenggorokan. Jumlahnya sepasang, yang satu menuju paru-paru kanan dan yang satu menuju paru-paru kiri. Bronkus yang ke arah kiri lebih panjang, sempit, dan mendatar daripada yang ke arah kanan. Hal inilah yang mengakibatkan paru-paru kanan lebih mudah terserang penyakit. Struktur dinding bronkus hampir sama dengan trakea. Perbedaannya dinding trakea lebih tebal daripada dinding bronkus. Bronkus akan bercabang menjadi bronkiolus. Bronkus kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus sedangkan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus.

E. BRONKIULUS 
Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus. Bronkiolus bercabang-cabang menjadi saluran yang semakin halus, kecil, dan dindingnya semakin tipis. Bronkiolus tidak mempunyai tulang rawan tetapi rongganya bersilia. Setiap bronkiolus bermuara ke alveolus.

F. ALVEOLUS 
Bronkiolus bermuara pada alveol (tunggal: alveolus), struktur berbentuk bola-bola mungil yang diliputi oleh pembuluh-pembuluh darah. Epitel pipih yang melapisi alveoli memudahkan darah di dalam kapiler-kapiler darah mengikat oksigen dari udara dalam rongga alveolus.

http://lina-damay.blogspot.com/2013/05/materi-ipa-kelas-v-sd-semester-1.html